Selasa, 12 Januari 2010

Raja samudera kebahagiaan

Manakalah kucari sesuatu yang sangat ku butuhkan untuk kehidupan ku
Ku cari dengan segala daya yang ada di dalam diriku
Ku cari ku cari dan kucari lagi sampai jauh meninggalkan diriku
dan akhirnya ku tanya ada diri ku....apa sih yang kau cari
Ku cari harta dan tahta yang dapat ku kuasai sepenuhnya bak seorang RAJA
tak ada yang dapat mengusiknya dan tak ada pula yang dapat menandinginya
Harta itu terpendam jauh atau tersembunyi dibelantara hutan kehidupan yang kelam

Letih sudah diri ini mencari
langkah-langkah kaki kehidupan terhenti
kemana kucari dan kemana kudapatkan kedamaian jiwaku
oooh ternyata kedamaian jiwa itu yang ku cari.....
Dimanakah engkau bersembunyi wahaaaai kedamain jiwa
kucari dan kucari harta terpendam itu
perjalanan panjang jauuuuuuh ke dalam diri
harta terpendam itu terkubur di samudra kebahagiaan yang tak berujung
akankah ku sanggup mengarungi samudra kebahagiaan nan luas itu
Aku butuh Raja samudra yang pasti dapat menaklukkannya
kini ku arungi samudra kebahagiaan nan luas itu
bersama seorang Raja samudra kebahagiaan
Raja itu adalah HATI.






Baca Selengkapnya..

Selasa, 22 Desember 2009

Pemimpin Dengan Hati Nurani(Spiritual leadership)

Terima kasih kepada seorang teman yang bertanya kepada saya tentang spiritual leadership.
Pengetahuan saya tentang spiritual leadership sangat sedikit sekali, itupun dari beberapa reverensi yang pernah dibaca dan hasil perjalanan kami yang sering memberikan pelatihan motivasi spiritual.
kalau ditanyakan pengembangan dari teori kepemimpian mana...spiriutal leadership itu, saya kurang pasti, apakah ini hasil dari teori kepemimpinan transformasional yang merupakan babak baru dari teori kepemimpinan sebelumnya yang kita kenal "kepemimpinan yang efektif".

Bicara soal pemimpin kita juga harus melihat dari sudut siapa yang dipimpinnya, Dalam hal yang dipimpinnya adalah manusia yang terlibat dalam organisasi perusahaan, maka peranan manusia di dalam organisasi perusahaan itu terbagi menjadi :
1. Manusia dianggap sebagai alat produksi (diperintahkan hanya just do it),
2. Kemudian berubah bahwa manusia itu bukan saja faktor produksi "seperti robot" tetapi sudah dituntut untuk menunjukkan potensi dan pikirannya dalam mengelola sumberdaya yang lainnya.
3. Saat ini manusia dianggap sebagai investasi yang harus memberikan nilai tambah.(human capital)

Apabila melihat fungsi manusia dalam proses produksi/organisasi perusahaan , maka tentu saja pola-pola kepemimpinan yang dibutuhkan juga berubah-ubah. Manusia tidak cukup diatur dengan Direktif saja, tetapi supportif, partisipatif dan achievement orientation.
Ternyata pola atau fungsi2 kepemimpinan yang selama ini dijalankan belum cukup menjaga stabilitas manusia yang diaturnya, atau memberikan rasa aman bagi manusia dalam menjalankan aktivitas di dalam perusahaan.
Mengapa hal itu terjadi "karena mereka menganggap belum di manusiakan sebagaimana mestinya" hal inilah menurut pendapat saya yang menyebabkan akhirnya orang mencari pola kepemimpinan yang lain yaitu yang dapat menghargai manusia sebagaimana "martabat manusia seutuhnya".
Nilai nilai luhur yang ada dalam diri manusia itulah yang mendasari kepemimpinan spiritual, seperti yang dikatakan oleh Louis W Frey Spiriutal leadership itu mengandung unsur-unsur cinta kasih, toleransi, kesabaranm kepuasan, tangungjawab.

Sumberdaya yang dimiliki manusia dalam melakukan aktivitasnya pada awalnya menggunakan Hand (tangan), kemudian meningkat menggunakan Head (pikiran/ilmu), kemudian yang terpenting manusia itu harus menggunakan Heart (hati). Pola kepemimpinan yang menggunakan HATI inilah yang sebenarnya sudah diterapkan 1400 tahun yang lalu oleh Nabi Muhammad SAW, sehingga beliau sukses memimpin ummat sampai saat ini; setidaknya seperti yang ditulis oleh Michael Heart dalam 100 tokoh yang paling berpengaruh.

Sejalan dengan hal tersebut Steven Covey dalam 8th Habits mengatakan bahwa tugas utama seorang pemimpin itu adalah menemukan "suara hati", kemudian pemimpin itu mengajarkan kepada bawahannya bagaimana menemukan "suara hati" mereka.

Jadi dapatlah saya katakan bahwa spiritual leadership itu adalah "Pemimpin Dengan Hati" dan fungsi-fungsi yang dijalankan oleh pemimpin spiriutal itu tidak akan pernah lari dari nilai nilai (Fatonah, Amanah, Sidik, dan Tabligh) yang merupakan nilai nilai luhur kepemimpinan yang diajarkan oleh para nabi terdahulu.


Baca Selengkapnya..

Senin, 31 Agustus 2009

Bengkel "RAMADHAN" Kehidupan

Siapa yang tidak ingin memiliki kendaraan yang bagus dan selalu dalam keadaan siap pakai, Insyaallah teman teman semua telah diberikan Allah rezeki untuk memiliki kendaraan pribadi baik itu mobil, sepeda motor atau sepeda ontel.....
Setiap kendaraan (contoh :mobil) baik itu baru buka bungkus atau yang sudah second (untuk istilah mobil bekas) tentunya semuanya membutuhkan perawatan yang instensif. Untuk itu kendaraan ini butuh "BENGKEL" yang baik dan lengkap. Pertanyaannya sekarang adalah apakah harus setiap kendaraan masuk "BENGKEL" dan apakah mereka sukarela karena mengerti betul bahwa kendaraan ini membutuhkan "BENGKEL" tersebut.
Bagaimana Manusia yang telah diciptakan dengan sempurnanya oleh Allah SWT, apakah masih memerlukan perawatan dalam kehidupannya ? sehingga memerlukan "BENGKEL KEHIDUPAN"
Dalam perjalanannya melaksanakan "ibadah" manusia banyak sekali tersandung dan bahkan tertusuk duri, begitu sulitnya berjalan menghindari dari tebaran duri-duri yang berserakan dalam kehidupan, setidaknya begitulah yang digambarkan oleh Sayidina Umar tentang "Takwa".

Pernah suatu ketika Umar bin Khattab bertanya kepada Ubai bin Ka’ab tentang takwa. Ubai menjawab, ‘Bukankah anda pernah melewati jalan yang penuh duri?’ Umar menjawab, ‘ya!’. Ubai bertanya lagi, ‘Apa yang anda lakukan saat itu?’ Umar menjawab, ‘ Saya bersiap-siap dan berjalan dengan hati-hati.’ Ubai berkata lagi, ‘Itulah takwa.”
Kenapa "Takwa" ya karena tangga takwa itulah yang akan kita tuju dalam kehidupan kita, karena disisi Allah manusia yang paling mulia adalah orang orang yang bertakwa dan Allah itu senantiasa bersama sama orang-orang yang bertakwa.

وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
“Bertaqwalah kamu sekalian kepada Allah, dan ketahuilah bahwa Allah itu bersama orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah ;194)

Allah yang menciptakan manusia, sungguh Maha Mengetauhi akan tingkah laku hamba-hambanya dalam menapaki kehidupan, pastilah dalam kehidupan ini kita akan tersandung, terinjak duri-duri kehidupan, dengan demikian akankah kita dapat kembali menjadi orang yang bertakwa..?
Salah satu sarana yang paling lengkap untuk "memelihara/memperbaiki" ktakwaan kita adalah dengan ibadah "syaum" di bulan Ramadhan. Sehingga dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa Syaum Ramadhan sebagai "BENGKEL KEHIDUPAN" yang akan kembali menjadikan kehidupan kita sebagaimana mestinya.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”(Qs.Al-Baqarah :183)

Siapa saja yang harus masuk dalam "BENGKEL KEHIDUPAN" ini tentunya adalah semua orang yang beriman artinya apapun tingkatan imannya (kalau saya ibaratkan dengan kendaraan tadi adalah seluruh jenis kendaraan, baik itu baru atau second)

Orang yang imannya bagus, tentunya sama dengan mobil yang masih baru ..masuk bengkel hanya untuk tambah asesoris atau ganti olie saja..tanpa ada yang perlu diperbaiki. Sehingga manusia seperti ini keluar bengkel kehidupan akan bertambah tambah keimanannya.

Orang yan imannya sedang-sedang saja , tentunya untuk mengembalikan kondisi awalnya ibarat mobil yang perlu pergantian spare partnya, diadakan perawatan seperlunya agar kembali dalam keadaan normal.

Bagaimana dengan orang yang kehidupannya jauh .dari Iman akankah ramadhan ini dapat mengembalikannya kejalan ketakwaan, ibarat mobil yang perlu dilakukan service besar... tidak saja spare part yang harus diganti, mungkin main enginepun perlu diganti, bodypun yang sudah berkarat perlu di cat ulang.... supaya kembali kinclong..... dan tokcerrrr

Tapi sayangnya tidak semua kendaraan itu dapat memasuki "BENGKEL" karena harus membayar dengan uang, bisa jadi karena tidak punya atau malahan sayang mengeluarkan uang untuk merawatnya..sehingga kendaraan terus dipacu dijalan berduri....
Beda halnya dengan "BENGKEL KEHIDUPAN" yang disediakan secara gratis dan peralatan yang tersedia serba canggih itu "sholat, tilawah alquran, syaum, sedekah, tausyiah" semaksimal mungkin dapat kita gunakan untuk merubah kehidupan kita kearah yang lebih baik.

Baca Selengkapnya..

Kamis, 27 Agustus 2009

HP Kehidupan

Kehidupan Manusia tak ubahnya seperti HandPhone
Beberapa bulan yang lalu saya pernah menulis dibalik angka 3, dan saat ini juga saya juga terpikir Handphone yang sering kita gunakan itu akan dapat dipakai apabila memenuhi 3 komponen yaitu : Baterry, pulsa dan sinyal........
Sinyal kuat, pulsa ada tetapi batterynya ngedroppp HP tidak bisa dipakai
Pulsa ada, baterry bagus... tapi sialnya ngak ada sinyal.... capek dech
baterry full, sinyal... mantap...tapi kaciaaaaaaaan dech...ngak ada pulsa
Kalau diibaratkan kehidupan manusia maka
Battery itu adalah nyawa kita
Sinyal itu adalah Iman kita
Pulsa itu adalah Amal kita

Hidup hanya bermodalkan "nyawa" tanpa sinyal (iman) dan pulsa (amal) apalah artinya, bisa jadi, akan menjadi pecundang dan sampah masyarakat saja.

Iman kita (sinyal) memang demikian adanya kadang berada dipuncak..kadang melemah dan bahkan bisa juga turun pada derajat yang paling bawah "tsuma rodadnahu asfala syafilin" kemudian kami kembalikan dia lebih rendah dari tempat yang rendah (QS.At-Tin :5)

Dengan demikian batery (nyawa) ada, pulsa (amal) ada tetapi tanpa sinyal (Iman) maka amal itupun tidak akan berada dalam jalan yang lurus...

Nah sekarang bagaimana kalau pulsa yang tidak ada artinya dalam kehidupan seseorang muslim yang sudah punya iman saja tidak cukup untuk bekal kehidupan didunia dan akherat, karena iman itu (Hp yang sudah batery dan sinyal) tidak akan ada gunanya kalau ngak dipakai, pulsa (amal) inilah yang akan akan kita pertanggungjawabkan kepada pemiliknya (bayar),

Nah sekarang bagaimana dengan casing dan type handphonenya........ itulah gambaran type manusianya.... yang begitu ragamnya, banyak manusia yang penting cassingnya isi urusan kedua. ada yang sederaha tetapi ..sinyal, pulsa dan baterry sangat memadai..........

Baca Selengkapnya..

Minggu, 16 Agustus 2009

Merah Putih Menangis

Merah Putih Menangis

64 tahun keringat dan darah tumpah sudah
kerinduan...dan kehangatan
buaian kasih nyaris tak tersampaikan..
ditengah engahan nafas dan desing peluru.....
teriakan MERDEKA..! membesarkan jiwa
membakar sukma
melupakan itu semua....
ditengah derap langkah kaki, menyusup di gelapan malam
ditengah cucuran keringat dan keringannya tenggorokan...
ku panjtkan doa pada Mu.....
Ya Rabbbbbb
Aku tak ingin anak cucu ku di hina.....
AKu tak ingin....mereka ambil kebahagiannya
cukuplah darahku...menghiasi raga
cukuplah nyawaku....taruhannya....

Merah putih....... berkibarlah dengan kokoh
teruslah berkibar.....sebagaimana semangat kami berkobar
yang tak pernah mengenal kata lelah
yang tak pernah mengenai kata harta dan tahta
hanya satu yang kami pinta Merdeka

Merah Putih ajari Anak cucuku
nilai nilai luhur mu
betapa kami ...sangat mengagungkan mu
jangan kau biarkan mereka tak menghargai mu
jangan kau biarkan mereka melupakan mu
AKu tak rela...kau menangis......merah putih ku

Baca Selengkapnya..

Rabu, 01 Juli 2009

Nasib Mu adalah Pilihan Mu

Anak-anak ku
Hidup adalah pilihan....
Pilihan adalah anugerah terbesar dari Allah SWT Tuhan yang menciptakan Mu
Pilihan Mu adalah Nasib Mu

Untuk memilih kita diberikan Akal oleh Allah agar dapat berfikir.
Agar dapat berfikir dengan baik, Allah telah memberikan mata, telinga dan hati pada saat Engkau dilahirkan dari Rahim Ibu Mu

Dengan MATA engkau memilih NASIB MU
Dengan TELINGA engkau memilah NASIB MU
Dengan HATI engkau menata NASIB MU

Sekolah adalah Nasib Mu
Teman/Pacar adalah Nasib Mu
Bekerja adalah Nasib Mu
Suami/isteri adalah Nasib Mu

NASIB MU ADALAH PILIHAN MU

Mata Papa dan Mama menuntun Nasib Mu
Telinga Papa dan Mama mengarahkan Nasib Mu
Hati Papa dan Mama meredhoi (mengikhlaskan) Nasib Mu

Papa dan Mama adalah wakil dari Tuhan Mu
yang telah memberikan Mata, Telinga dan Hati pada Mu
Tuhan Mu tak akan meredhoi Mu
kalau Engkau tak mendapatkan redho Orang Tua Mu
Baca Selengkapnya..

Senin, 25 Mei 2009

Silaturahmi ala facebook (kok haram ?)

Apakah anda ingin mendapatkan keluasan rezeki dan juga umur yang panjang, maka bersilaturahmilah. Manusia sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tentunya sangat membutuhkan makhluk lainnya baik itu sesama manusia ataupun makhluk lainnya di alam jagad raya ini, karena tak akan dapat disangkal bahwasanya kita saling membutuhkan.
Hal ini bukanlah sebuah pepatah kosong belaka tetapi seperti apa yang di sabdakan oleh Rasulullah SAW yang disampaikan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah “ Siapa yang senang diperluas rezekinya dan diperpanjang umurnya, maka hendaklah ia bersilaturahim” dan kepada siapa kita harus bersilahturahmi Allah SWT menjelaskan dalam QS. Al-An’am :38 “ ''Tidak ada binatang yang merayap di bumi, dan burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan mereka adalah umat seperti kalian. Tidak kami luputkan dalam kitab itu sesuatu, kemudian kepada Tuhan merekalah, mereka akan dikumpulkan.'' (QS Al-An'an:38).

Bagaimana kita melakukan silahturahmi
Dalam suatu cerita yang diplesetkan (maaf kalo tidak berkenan) ada seseorang bertanya padaa teman-temanya; mengapa orang yang suka silaturahmi itu panjang umurnya, ….. singkat cerita tidak bisa terjawab. Akhirnya sipenanya memberikan jawaban, yaitu orang yang suka silaturhami itu panjang umur karena sering tidak berada dirumah, Loh apa hubungannya kata temannya bertanya. Ya iyalah … karena waktu malaikat maut ke rumah hendak cabutnya nyawanya dia tidak berada dirumah… dan malaikatnya pulang.
Itulah cara silaturahmi tradisional, kita datang dari rumah ke rumah, kemudian ketika sudah semakin banyak orang (saudara kerabat) yang hendak dikunjungi dan jaraknya sudah semakin jauh, maka cara face to face (tatap muka) itu digantikan oleh surat/telegram. Seiring kemajuan zaman maka cara bersilaturahmipun jauh lebih mudah dan luas cakupannya yaitu melalui telepon, handphone ataupun SMS.
Paling tidak dari perjalanan tata cara silaturahmi itu terdapat unsur Komunikasi dan sarana (Jaringan), karena dengan dua unsur ini akan tercipta silaturahmi yang lebih intensif dan luas sehingga memperkuat tali persaudaraan yang lintas sektoral, karena tidak lagi bicara hubungan keluarga, etnis, agama ataupun kelompok tertentu tetapi hubungan antar makhluk.
Facebook suatu jaringan sosial yang fenomenal saat ini yang dapat menjembatani kebutuhan komunikasi (silaturahmi) dengan begitu cepat, praktis dan murah, sehingga kendala waktu, jarak dan kebutaan informasi dalam silaturahmi terjawab sudah.
Mengenai kecanggihan facebook rasanya tidak perlu saya ungkapkan (dunia sudah mengakuinya), dan bagi orang-orang yang gagap teknologi jangan cepat cepat berpendapat atau menarik kesimpulan.

Mengapa dikatakan haram
Semua yang kita lakukan dimuka bumi ini dihadapan Allah dinilai dari “NIAT”nya, jangankan facebook, rangkaian ibadah wajib yang kita lakukanpun masih diperlukan kebersihan “niat” di dalamnya, karena bisa bisa amal ibadah kitapun akan tertolak karena niatnya “salah”.
Pembuat Facebook “Mark Zuckerberg” pastilah tidak meniatkan facebook sebagai ajang untuk berbuat sesuatu yang “haram” tetapi apabila ada segilintir orang yang menyalahgunakan fasilitas yang ada di dalamnya untuk sesuatu yang “haram”, maka seyogyanya jangan dulu katakan “facebook nya yang haram”.
Kepada Forum Komunikasi Pondok Pesantren Putri di Lirboyo Kediri, coba lihatlah betapa banyak sisi positifnya, dan akuilah bahwa sebenarnya inilah cara menjalin silaturahmi yang paling efektif dimasa kini. Kita yang sudah sangat disibukkan oleh urusan kita masing-masing, dan sudah sekian lama terpisah dengan saudara-saudara kita, dan kini dapat berjumpa dan berbagi cerita dan berbagai nasehat juga; bukankah ini juga anjuran dari Allah SWT (Qs. Al-Asr:003)
إِلاَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran”

Anjurkanlah Silaturahmi
وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَتَسَاءَلُونَ بِه ِِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبا ً
“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan (peliharalah) hubungan silaturrahim (Arham). Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. (QS. 4:1)

Salah satu kelemahan ummat ini adalah sulit untuk bersatu (mudah tercerai berai) , kondisi ini boleh jadi bertambah parahnya hubungan silaturahmi kita sesame saudara (muslim); padahal anjuran untuk berjamaah agar senantiasa terbangun silaturahmi sangat dianjurkan (harus), maka sebaiknya para kiai, ustadz atau ulama himbaulah para ummat ini untuk terus menjalin tali silaturahmi,manfaatkan sarana yang ada dengan benar dan jangan disalah gunakan, itulah fungsi para ulama.





Baca Selengkapnya..